Anak adalah kehidupan, mereka sekedar lahir
melaluimu tetapi bukan berasal darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu
karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri.
Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, karena
jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi
bahkan dalam mimpi sekalipun.
Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah
menuntut mereka jadi seperti sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju ke depan, dan
tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang melucur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap
Puisi di atas merupakan puisi yang cukup terkenal yang ditulis oleh Kahlil Gibran seorang penulis terkenal dari Lebanon. Isinya cukup mendalam dan menyentuh…Anak kita adalah karunia Allah SWT yang hanya titipan Zat yang Maha Pencipta..Ibarat selembar kertas putih yang siap ditulis, seorang anak mempunyai sifat-sifat dasar yang ada sejak awal penciptaannya yang siap untuk dibentuk di dalam lingkungannya. Orang tua mengarahkan, mengembangkan, dan mengkondisikan agar dapat berkembang dengan prinsip islami.Dan kewajiban orang tualah untuk mendidik anak yang telah dititipkan.
Tetapi mencukupi mereka dengan pakain yang layak dan baik, memberikan makan yang cukup, menyekolahkan mereka di sekolah yang baik, memberikan lingkungan yang baik rasanya tidak cukup. Ada beberapa hal yang penting yang harus ditanamkan kita sebagai orang tua kepada anak-anak kita, dan itu dicontohkan oleh Lukman Al-Hakim dalam mendidik anak-anaknya, karena petuah-petuahnya dinukilkan dalam Alquran. Luqman adalah sumber terbaik untuk diambil hikmahnya berkaitan dengan pendidikan anak.
Nasehat-nasehat Lukman Hakim dalam Al-Quran yang merupakan motifasi bagi kita untuk diikuti dan diamalkan sebab semua nasehat Lukman Hakim tersebut merupakan bagian iman yang esensial dan termasuk sifat-sifat yang agung oleh karena itu sepatuhnya bagi kita untuk menjadikan nasehat-nasehat tersebut sebagai bahan renungan bagi kita kemudian kita realisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah SAW bersabda, 'Dengan Sesungguhnya aku berkata bahwa Luqman bukanlah seorang nabi, tetapi seorang hamba yang dilindungi Tuhan, banyak bertafakur dan baik keyakinannya. Ia menicintai Allah dan Allah pun mencintainya. Karena itu ia dianugerahi hikmah kebijaksanaan." (Mutafaq 'Alaih).
Yang pasti, nama Luqman diabadikan menjadi salah satu nama surat dalam Alquran. Nasihat Luqman kepada anaknya yang disampaikan secara bijak, seperti disebutkan dalam surat Luqman (31) ayat 13 sampai 19 dijadikan model ideal pendidikan anak dalam Islam.
Beberapa hal yang perlu ditanamkan itu adalah:
Pertama, yaitu masalah ketauhidan (iman). Sebelum mengajarkan sesuatu hal yang lain pada anak-anaknya, Luqman menetapkan kerangka dasar keimanan kepada Allah SWT sebagai landasan utama membentuk pribadi anak yang shalih.
Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yg tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji" (QS Luqman: 12)
"Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah (syirik) adalah benar-benar kezaliman yang besar" (QS Luqman: 13)
Ajarannya juga disampaikan dengan kasih sayang. Walaupun demikian, Ali menguraikan, pemilihan redaksi kata ‘Yaa Bunayyaa’ (wahai anak-anakku) yang digunakan Lukman dalam menyerukan keimanan kepada anak-anaknya, sangat menyiratkan kalau orang tua juga perlu memperhatikan sentuhan kasih sayang dan kelembutan dalam mendidik anak-anak mereka. “Kata Ya Bunayya ini mengandung rasa manja, kelembutan, dan kemesraan. Ini artinya, orang tua tidak perlu menanamkan keimanan secara indoktrinasi, penuh ancaman, dan tanpa empati.”
Kedua, yaitu kemampuan Luqman yang dikaruniai Allah dalam memilihkan mana-mana hal prioritas untuk diberikan kepada anak-anak. Dalam penjabaran Surat Lukman ayat 13-19 Luqman memanfaatkan rahmat kecerdasan dan kebersihan hatinya untuk lebih dulu menanamkan keimanan sebelum melangkah pada muatan-muatan syariat dan akhlak.
“Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau berada di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membawanya) sesungguhnya Allah maha halus lagi maha mengetahui" (QS Luqman: 16)
“Hai anaku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) me-ngerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (Allah)" (QS Luqman: 17)
Ketiga, Luqman mencontohkan bagaimana setiap nilai-nilai prinsip dari ajaran-ajaran agama lebih efektif bila disampaikan dengan menyertai argumen-argumen yang kuat. Pendidikan Luqman adalah pendidikan yang menyeluruh dan lengkap meliputi asas-asas aqidah, ibadat, akhlak dan dakwah.
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri“ (QS Lukman: 18)
“Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruknya suara ialah suara keledai” (QS Luqman: 19)
Oleh sebab itulah Allah telah merekamkan pendidikan Luqman itu untuk dijadikan contoh kepada umat Islam sepanjang zaman. Namun di luar itu semua, kisah Luqman juga membukakan mata kita, bahwa dalam Islam, pendidikan anak bukan mutlak kewajiban kaum ibu, tetapi juga kaum ayah..Ayo Abi..Bapak..Papa..Abah semangat membantu kaum ibu dalam mendidik anak-anakmu. Semoga kita bisa menjadi seorang “Luqman” bagi anak-anak kita..amiiin.
By the way…Selamat Hari Anak Nasional..anakku sayang…Terbanglah Anakku…terbanglah tinggi bersama doa- doa kami. Gelorakanlah semangat sebesar mimpi-mimpimu yang tertanam dalam relung hatimu..bersama doa dan cucuran keringat dan air mata ayah bunda dan orang yang mencintaimu..Jadikan setiap tetes keringatnya sebagai embun yang menyejukan hati dan semangatmu…Jadikan seulas senyum ayah bundamu menjadi menjadi dambaan yang akan selalu kau ukir di wajahnya di saat usia mereka mulai senja..Selamat berjuang anak-anakku…semoga kalian semua dapat sampai di masa depan yang penuh harapan…
No comments:
Post a Comment